Ternate, IH-Dalam rangka percepatan penerapan Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), sebanyak 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti Computer Assisted Competency Test (CACT) tahap II yang digelar di Kantor BKN UPT Ternate, Senin, 13 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Halmahera Tengah, Arman Alting.
Dalam sambutannya, Arman menyampaikan bahwa pelaksanaan CACT merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Daerah untuk memperkuat sistem merit serta memastikan proses pengelolaan talenta ASN berjalan objektif dan transparan.
“CACT ini diikuti oleh pejabat Administrator, Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Pelaksana dari berbagai OPD di lingkup Pemda Halteng. Ini merupakan langkah strategis untuk menilai dan mengembangkan kompetensi ASN berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing individu,” ujar Arman.
Ia menambahkan, hasil dari asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan karier ASN, termasuk promosi, mutasi, dan pengembangan jabatan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kompetensinya agar kinerja birokrasi semakin efektif,” lanjutnya.
Pelaksanaan CACT tahap II ini merupakan tindak lanjut dari tahap pertama yang telah dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya. Evaluasi terhadap hasil asesmen tahap I menunjukkan perlunya pemetaan yang lebih mendalam terhadap kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural ASN di berbagai unit kerja.
Arman juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan sebuah proses penting dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berbasis kinerja.
“Dengan asesmen seperti ini, kita dapat mengidentifikasi potensi unggul ASN yang nantinya bisa menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” tegasnya.
Selain itu, Arman mengapresiasi dukungan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui UPT Ternate yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut dengan sistem berbasis komputer. Menurutnya, penerapan metode Computer Assisted menjamin objektivitas hasil tes dan mengurangi potensi intervensi dalam proses penilaian.
“Kita ingin membentuk ASN yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks,” tutur Arman.





Tinggalkan Balasan