WEDA, Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Ikram M Sangadji bersama istrinya, Rallia Ikram, melakukan kunjungan mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda pada Rabu (22/10/2025) malam. Keduanya tiba sekitar pukul 23.11 WIT dan langsung menyapa sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan.

Kunjungan tersebut dilakukan secara sederhana. Tanpa pengawalan khusus, Bupati Ikram dan istrinya datang menggunakan mobil pribadi dan menyusuri lorong-lorong rumah sakit tanpa diketahui petugas sebelumnya. Tujuannya, memberi dukungan moril serta doa kepada warga yang tengah berjuang melawan sakit.

Setibanya di rumah sakit, Ikram bersama Rallia menyambangi beberapa ruang perawatan. Mereka berbincang dengan pasien, mendengarkan cerita keluarga, serta menanyakan langsung kepada petugas medis mengenai kondisi dan penanganan yang telah diberikan.

Beberapa pasien yang dijenguk antara lain Sarlina Guduru, warga Desa Gemaf; Petronela Bane (79), warga Desa Fifi Jaya; dan Joni Supu. Ketiganya tengah menjalani perawatan akibat penyakit yang berbeda, dan menyampaikan rasa haru atas kunjungan tersebut.

Kepada para pasien, Bupati Ikram menyampaikan doa serta harapan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Ia juga memberikan semangat agar tidak menyerah dalam menjalani proses pengobatan.

“Ibu dan Bapak semoga lekas sembuh. Keluarga pasti menunggu di rumah dengan penuh harap,” ujar Ikram dengan nada haru.

Dalam kesempatan itu, Bupati Halteng juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh pelayanan kesehatan di wilayah Halmahera Tengah kini sudah gratis untuk masyarakat.

“Jangan tahan-tahan sakit hanya karena takut biaya. Pemerintah daerah Halmahera Tengah hadir untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan larut malam itu berakhir menjelang tengah malam. Sejumlah pasien dan keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan langsung oleh Bupati dan istrinya, yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi kesehatan warganya.