Weda,IH – Logo dan Tema dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2025 resmi launching oleh Bupati Ikram M Sangadji pada Selasa (7/10).

Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji menegaskan perayaan HUT ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga momentum memperlihatkan wajah Halmahera Tengah yang maju, berbudaya, dan religius. “Dalam rangka HUT ke-35 Tahun ini kita ingin memperlihatkan Halmahera Tengah dengan semangat persatuan dan kerja keras,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh ASN, guru, dan tenaga kesehatan harus berkomitmen mendukung visi misi pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Bupati secara resmi mengumumkan tema HUT ke-35 Kabupaten Halmahera Tengah, yaitu “Bersatu dalam Fagogoru, Berkarya untuk Halmahera Tengah”. “Tema ini bermakna persatuan yang mengikat. Kita harus bersatu dari hati untuk membangun negeri ini. Jangan malas, karena negeri ini hanya bisa maju bila dijalankan oleh orang-orang yang bekerja keras, bukan yang masa bodoh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Arif Jalaluddin, dalam laporannya menjelaskan sebelum kegiatan launching berlangsung telah dilakukan sayembara desain logo HUT yang dilaksanakan sejak 22 September hingga 3 Oktober 2025, dengan pemenang yang dipilih melalui seleksi ketat oleh tim penilai. “Selain itu, berbagai kegiatan kesenian dan olahraga telah disosialisasikan hingga tingkat kecamatan dan desa,” jelas Arif.

Kata Arif, rangkaian kegiatan HUT ke-35 akan resmi dibuka pada 15 Oktober 2025. Dimana, selain lomba kesenian dan olahraga, juga akan digelar dzikir kebangsaan pada 29 Oktober serta dzikir budaya pada 30 Oktober. “Edaran kegiatan telah disampaikan ke seluruh kecamatan dan desa di Halmahera Tengah,”terangnya.

Selain itu, logo terpilih menampilkan angka “35” yang menyatu, tidak terputus, dan mengarah ke kanan atas sebagai simbol transformasi dan kemajuan Halteng. Desain ini sarat filosofi Fagogoru  yakni Babari/gotong royong, Famasie-saling menyayangi, Faderere-saling menolong, serta memvisualisasikan gerak seni tarian Bon Mayo yang mencerminkan pelestarian budaya Halteng dan semangat persatuan Ngaku re Rasai antar suku dan bangsa.(tim)