WEDA- Rencana pembangunan jalan trans Kie Raha oleh pemerintah provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan gubernur Serly Tjoanda dan wakil gubernur Sarbin Sehe mendapat dukungan dari masyarakat.

 

“Pada prinsipnya kami mendukung program pembangunan jalan trans Kieraha untuk mempermudah akses bagi masyarakat baik ketika membawa hasil perikanan maupun hasil perkebunan,”ungkap Hasan salah satu warga Desa Sumber Sari.

 

Kata Hasan, apalagi ruas jalan ini menghubungkan beberapa Kabupaten yang berada di Maluku Utara dan ini bakal menjadi akses bagi masyarakat baik Halteng, Haltim hingga Sofifi.

 

Selanjutnya, pembangunan jalan trans Kieraha pun mendapatkan dukungan dari garda Muda Fagogoru Sunarwan Mohtar.

 

Menurutnya, pembangun jalan trans Kieraha itu membangun peradaban, membentuk man menjahit jarak antar Kecamatan dan Kabupaten di Maluku Utara, sehingga mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

 

“Jalan Trans Kieraha ini menjadi jalur pilihan yang muncul akibat sering terjadi peristiwa alam yaitu longsor pada ruas-ruas jalan sebelumnya,”ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, jalan Trans Kieraha juga tidak akan menggangu reservasi jalan lintas Halmahera sebelumnya  sebab jalan tersebut berstatus jalan nasional.

Jalan Trans Kieraha akan semakin mempermudah dan mempercepat alur distribusi, mengurangi tingkat kemahalan barang dan efisiensi waktu serta meminimalisir resiko kerusakan dan kehilangan brang

 

“Ketakutan akan menjadi jalur mobilitas perusahaan-perusahaan tambang adalah sesuatu yang berlebihan, faktanya jalur- jalur konvensional sebelumnya juga dilewati  Bersama,”jelasnya.

 

Ia menambahkan, dalam keadaan emergency jalur trans Kieraha lebih cepat dan memudahkan tindakan penyelamatan. Serta pernyataan Organisasi Masyarakat (ORMAS) maupun anggota DPRD Provinsi yang  kontra, sungguh tidak memahami suasana kebatinan Masyarakat  dan terlihat parsial dalam memetakan problem solving Maluku Utara.

 

“Sebagai wilayah yang berkontribusi besar pada tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dan Indonesia sesuai rilis BPS Tahun 2023 hingga Tahun 2025 tentu tidak akan berlebihan kalau jalan ini mejadi prioritas pembangunan oleh gubernur Maluku Utara,”tandasnya. (tim)