WEDA- Anggota DPRD kabupaten Halteng Rusdi A. Taher sebagai anggota DPRD komisi III sekaligus dapil III merespon menyangkut dengan hasil tambak garam yang dihasilkan oleh Desa Umiyal Pulau Yoi Kecamatan Pulau Gebe.

 

Pihaknya, mendesak ke pemerintah daerah melalui dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun dinas terkait seperti Dinas Pendustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk tinjau ke lokasi.

 

“Kami meminta agar Dinas teknis untuk jemput bola dan mendukung penuh sehingga hasil garam yang sudah dihasilkan memiliki produk agar bisa memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,”ungkapnya.

 

Diketahui Desa Umiyal Pulau Yoi berhasil mewujudkan pengelolaan tambak garam grosok modern pertama di provinsi Maluku Utara.Kesuksesan pembangunan tambak garam ini merupakan buah dari implementasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Serta ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah Halteng agar bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

Program pendanaan dan pendampingan ini mulai digulirkan di Desa Umiyal pada akhir tahun 2025 lalu dan kini telah menunjukkan hasil yang membanggakan.

 

Kehadiran teknologi modern ini membawa perubahan besar bagi masyarakat Pulau Yoi. Dahulu, warga setempat terbiasa membuat garam secara tradisional dengan cara memasak langsung air laut dalam waktu yang sangat lama.

 

“Untuk bisa menghasilkan garam, setidaknya kami harus memasak air laut hingga 4 sampai 5 hari lamanya,” ungkap Om Ibe, salah satu warga di Desa Umiyal.

 

Menurutnya, proses melelahkan itu juga menghabiskan kayu bakar dalam jumlah yang tidak sedikit.

 

“Kami biasanya bikin garam tradisional ini hanya untuk mencukupi kebutuhan membuat ikan garam  atau biasa disebut dengan ikan asin,” tuturnya.

 

Melalui sistem tambak modern yang kini diterapkan, efisiensi produksi meningkat drastis tanpa lagi ketergantungan pada kayu bakar. Proses panen perdana garam modern ini berlangsung sederhana. Semua undangan yang hadir tampak sangat antusias, mengingat fenomena memanen garam dari tambak modern merupakan hal baru yang selama ini tidak pernah mereka bayangkan bisa terjadi di desa mereka.

 

 

Sebelumnya, Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus harapan besar agar kegiatan usaha tambak garam ini mendapatkan perhatian dan dukungan baik dari dari pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi dan pemerintah Pusat

 

“Kami berharap keberhasilan panen perdana ini dapat disupport oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

 

Buhari menekankan  wilayah Pulau Gebe selama ini dikenal luas sebagai pusat industri ekstraktif (pertambangan). Oleh karena itu, kehadiran tambak garam modern ini diharapkan mampu menjadi poros ekonomi baru bagi masyarakat di desa Umiyal yang ramah lingkungan.

 

“Dengan inovasi yang kami lakukan melalui program TEKAD ini, kami optimis sektor ini dapat dikembangkan lebih luas lagi. Target utamanya adalah untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Umiyal secara berkelanjutan,”pungkasnya (tim)