
WEDA- WedaGo merupakan aplikasi jual beli karya anak Weda, hadir sebagai platform yang mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, dan layanan pengantaran dalam satu aplikasi. Berbasis Android, WedaGo dikembangkan untuk membantu UMKM di Kota Weda menjangkau pelanggan dengan lebih mudah sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam uji coba pemakaiannya, WedaGo telah digunakan oleh lebih dari 700 pengguna sejak hari pertama pelaksanaan uji coba.
Ais Hasanuddin, pencipta aplikasi WedaGo, perkembangan Kota Weda dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat pesat dan ikut mendorong tumbuhnya berbagai jenis usaha masyarakat.
“Kita tahu Weda saat ini menjadi salah satu kota dengan perkembangan ekonomi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut telah memunculkan banyak sekali UMKM, mulai dari rumah makan, warung kopi, warung es, penjual gorengan, kue, kebutuhan rumah tangga hingga berbagai usaha rumahan lainnya,” ujarnya.
Kata Ais, perkembangan UMKM tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan sistem pelayanan dan distribusi yang memudahkan masyarakat.
Selama ini, pelanggan yang ingin membeli makanan atau produk tertentu sering kali harus datang langsung ke lokasi usaha. Pilihan lainnya adalah melakukan pemesanan melalui WhatsApp, tetapi terkadang pesan tidak langsung dibalas karena pemilik usaha sedang sibuk melayani pelanggan. Di sisi lain, belum semua UMKM memiliki tenaga khusus yang dapat mengantar pesanan kepada pembeli.
“Kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan lahirnya WedaGo. Melalui WedaGo, masyarakat dapat melihat berbagai produk dan usaha yang tersedia, melakukan pemesanan melalui aplikasi, kemudian pesanan dapat diambil dan diantarkan oleh kurir kepada pelanggan,”jelasnya.
Dengan demikian, pelaku UMKM tidak harus menyediakan tenaga pengantar sendiri dan masyarakat juga tidak perlu keluar rumah hanya untuk mengambil pesanan.
WedaGo tidak hanya dikembangkan sebagai aplikasi jual beli, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal Kota Weda. Pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memasarkan produknya, masyarakat memperoleh kemudahan berbelanja, sementara masyarakat lokal juga memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui layanan kurir dan berbagai layanan yang tersedia di WedaGo.
“Prinsip yang kami bangun sederhana. UMKM harus lebih mudah mendapatkan pembeli, masyarakat harus lebih mudah mendapatkan barang atau makanan yang mereka butuhkan, dan perputaran ekonominya sebisa mungkin tetap memberikan manfaat kepada masyarakat lokal Weda dan Halmahera Tengah,”terangnya.
Ais menambahkan, WedaGo juga dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai skala usaha. Bukan hanya restoran atau usaha besar, tetapi juga usaha rumahan, penjual kue, gorengan, sayur, ikan, makanan siap saji, minuman hingga berbagai produk dan jasa masyarakat lainnya.
Saat ini WedaGo masih terus menjalani tahap pengembangan dan uji coba. Masukan dari pengguna, mitra UMKM dan kurir menjadi bagian penting untuk menyempurnakan sistem sebelum layanan diterapkan secara lebih luas.
Ke depan, WedaGo diharapkan tidak sekadar menjadi aplikasi transaksi, tetapi tumbuh menjadi platform digital lokal yang membantu UMKM Weda naik kelas, membuka peluang penghasilan bagi masyarakat, serta mendukung perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Halmahera Tengah.
“WedaGo lahir dari Weda, dikembangkan untuk masyarakat Weda, dan kami berharap manfaatnya nanti dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Halmahera Tengah.”pungkasnya.(tim)




Tinggalkan Balasan