
TERNATE- Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terus memperkuat tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kompetensi dan potensi. Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Halmahera Tengah mengikuti Profiling ASN pada Jumat (18/9/26) yang dilaksanakan di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kota Ternate.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis BKPSDM Halmahera Tengah dalam membangun database talenta ASN yang lebih terukur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Profiling ASN tidak semata-mata menjadi ruang untuk mengukur kemampuan individu. Lebih dari itu, hasil profiling diharapkan mampu memotret potensi, kompetensi, karakteristik, serta kapasitas ASN sebagai bahan penting dalam pengembangan karier dan kebutuhan organisasi.
Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, pemerintah daerah membutuhkan ASN yang tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi untuk menjawab tantangan pembangunan.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Halteng Arman Alting menegaskan profiling merupakan bagian dari proses membangun manajemen talenta ASN yang lebih sistematis dan juga menjadi dasar dalam promosi, mutasi/rotasi jabatan.
“Profiling bukan sekadar menguji ASN. Ini adalah proses membaca potensi dan kompetensi ASN untuk memastikan talenta dapat ditempatkan dan dikembangkan secara tepat sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Arman Alting juga memberikan semangat kepada peserta dan berharap mendapatkan hasil yang maksimal.
“Jadi sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Halmahera Tengah mengikuti Profiling ASN dan dibagi dalam dua sesi,”jelasnya.
ASN yang mengikuti profiling menjadi bagian dari penguatan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Data dan hasil profiling selanjutnya dapat menjadi salah satu instrumen dalam pemetaan serta pengembangan talenta ASN.
Pelaksanaan profiling di UPT BKN Ternate juga menunjukkan pentingnya sinergi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mendorong pengelolaan ASN yang profesional dan berbasis sistem merit.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah BKPSDM Halmahera Tengah untuk menggeser paradigma pengelolaan kepegawaian dari sekadar administrasi ASN menuju pengelolaan talenta.Sebab, birokrasi yang kuat tidak hanya membutuhkan jumlah ASN yang memadai, tetapi juga membutuhkan orang yang tepat, dengan kompetensi yang tepat, pada posisi yang tepat.
Dengan profiling yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, Pemda Halmahera Tengah terus membangun fondasi birokrasi yang lebih profesional, adaptif, berbasis kompetensi, serta mampu melahirkan ASN yang siap menjawab kebutuhan pembangunan di bumi Fagogoru.(tim)




Tinggalkan Balasan