
WEDA– PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan meresmikan kawasan Sanctuary seluas 11 hektar sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan industri Weda Bay Project. Peresmian itu dilakukan oleh Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, dan didampingi General Manager HSE, Iwan Kurniawan.
Pembangunan Sanctuary Park merupakan bagian dari komitmen PT IWIP dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati, khususnya flora dan fauna yang berada di area pelepasan kawasan hutan sesuai dengan perizinan dan ketentuan yang berlaku, seiring dengan pengembangan kawasan industri.
Selain menjadi kawasan konservasi, Sanctuary Park dibangun untuk melestarikan berbagai spesies tumbuhan asli dan endemik yang ada di wilayah Halmahera. Selanjutnya, kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi karyawan, investor, serta para pemangku kepentingan untuk mengenal lebih dekat kekayaan hayati yang hidup berdampingan dengan kawasan industri.
Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menegaskan bahwa kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan merupakan fondasi utama dalam menjalankan operasional yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa seluruh aktivitas industri harus selaras dengan ketentuan yang berlaku serta memenuhi ekspektasi global terhadap praktik keberlanjutan.
Di dalam kawasan Sanctuary Park terdapat sejumlah zona konservasi, antara lain area tanaman endemik, penangkaran berbagai jenis burung, kupu-kupu, reptil, termasuk ular dan buaya, serta habitat bagi satwa lokal lainnya. Beberapa spesies yang dapat dijumpai di kawasan ini antara lain Kasturi Ternate, Nuri Pipi Merah, Soa-soa Layar, dan Gagak Halmahera.
Sementara itu, koleksi flora endemik yang dilestarikan meliputi Ardisia ternatensis, Microcos ceramensis, Piper caducibracteum, Jasminum zippelianum, serta berbagai jenis anggrek dan tumbuhan hias lokal seperti Bulbophyllum sp., Malaxis sp., dan Plocoglottis sp.
General Manager HSE PT IWIP, Iwan Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, World Environment Day 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen kita terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan industri, implementasi ESG di kawasan industri kita, baik industri pertambangan maupun industri pengolahan hasil tambang.
“Ke depan, tantangan industri akan semakin besar, termasuk eskpektasi global terhadap penerapan ESG dan keberlanjutan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan menjadikan kepatuhan sebagai bagian dari budaya perusahaan,” ucapnya.
Dalam pengelolaan dan pengawasan Sanctuary, PT IWIP bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Utara guna memastikan penerapan prinsip-prinsip konservasi yang sesuai dengan ketentuan dan standar perlindungan satwa serta tumbuhan.
Melalui peresmian Sanctuary Park ini, PT IWIP menegaskan bahwa pertumbuhan industri dan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara beriringan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat program konservasi dan menjaga keberlanjutan ekosistem sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara dan Indonesia.(tim)





Tinggalkan Balasan