LABUHA– Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meninjau langsung progres pembangunan jalan tani di Kabupaten Halmahera Selatan pada Selasa(21/07/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Sarbin Sehe melihat kondisi pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Saya ingin memastikan pekerjaan ini berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun waktu penyelesaiannya. Jalan tani ini sangat penting karena akan mempermudah akses petani ke lahan dan memperlancar distribusi hasil pertanian. Saya berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai target pada akhir Agustus,”ungkapnya.

Selanjutnya, Tim Teknis Lapangan, Muken Marcell menjelaskan pembangunan jalan tani di Halmahera Selatan direncanakan sepanjang 20 kilometer yang tersebar di lima desa, dengan total anggaran sebesar Rp3.379.284.000.

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan menggunakan dua metode, yakni swakelola untuk pembukaan badan jalan, hamparan material, dan penyediaan material, serta penyedia jasa untuk pengadaan material jalan.

Lima desa yang menjadi lokasi pembangunan meliputi Desa Waimili sepanjang 6 kilometer, Desa Maffa 2,5 kilometer, Desa Kebun Raja 3 kilometer, Desa Lalubi Kampung 3 kilometer, dan Desa Sumber Makmur 6 kilometer, sehingga total panjang jalan yang dikerjakan mencapai 20 kilometer.

Kata, Muken hingga saat ini progres pembukaan badan jalan telah mencapai sekitar 12 kilometer. Sementara itu, pekerjaan penimbunan baru dilakukan di satu titik sepanjang kurang lebih 3 kilometer, sedangkan empat titik lainnya dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan setelah hasil uji kelayakan material selesai.

“Total kebutuhan material timbunan diperkirakan mencapai 12.000 meter kubik, dengan sumber material yang telah melalui proses pengujian untuk memastikan kualitasnya sesuai standar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata dia, progres pekerjaan di lapangan telah mencapai 49 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan sepanjang 20 kilometer tersebut dapat diselesaikan 100 persen pada akhir Agustus 2026, sesuai jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.

“Kami optimis proyek jalan tani ini dapat selesai tepat waktu sehingga mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat serta memperlancar distribusi hasil pertanian di wilayah Halmahera Selatan,”tandasnya (tim)