WEDA- Gerbang sekolah SMK Negeri 8 Halmahera Tengah menyuguhkan pemandangan ramai oleh orangtua yang mengantar buah hatinya masuk sekolah dihari pertama.

 

Hal tersebut menjadi cara tersendiri bagi SMK Negeri 8 Halteng dalam menyambut kehadiran siswa baru saat memulai masuk sekolah.

 

Tampak Kepala Sekolah dan seluruh dewan guru menyambut langsung peserta didik baru tersebut, pada Senin (6/6/2026) pagi.

 

Program hari pertama masuk sekolah itu secara resmi melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, yang diawali dengan upacara bendera di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan MPLS Ramah di laksanakan selama lima hari mulai tanggal 6 Juli hingga 10 Juli 2026.

 

Kegiatan tersebut dengan tujuan membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, budaya positif, tata tertib, proses pembelajaran serta warga sekolah dalam suasana yang aman, nyaman, insklusif, dan menyenangkan.

 

Sebagaimana diketahui, bahwa tahun ini, SMK Negeri 8 Halteng menerima 70 peserta didik baru yang tersebar dalam lima konsentrasi keahlian jurusan yaitu Manajamen Perkantoran, Layanan Penunjang Kesehatan dan Caregiaver, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Konstruksi dan Perumahan, serta Perhotelan.

 

Terkait hal itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Halteng, Satrianti Mustamin S.Pd,.M.M berharap peserta didik baru yang terdaftar pada masing-masing jurusan dapat belajar dengan baik bukan hanya sekedar belajar teori melainkan untuk membentuk keahlian nyata, mengasah mentalitas siap kerja dan membangun kemandirian-kemandirian di masa depan nanti. “Kami berharap dengan jurusan yang telah dipilih oleh masing-masing peserta didik dapat belajar dengan baik di sekolah ini,” ucapnya.

 

Santrianti mengatakan hari-hari pertama masuk sekolah memegang peran penting bagi siswa karena hati-hati itu akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya. “Jika kesannya positif maka akan membawa pengaruh positif pula bagi siswa dihari-hari berikutnya. Begitu pula, jika kesan pertamanya negatif, maka para siswa pun akan memandang negatif pada kelasnya,” ujar Santrianti. (tim)