WEDA- Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah melaksanakan kunjungan kerja sekaligus monitoring dan peninjauan fasilitas usaha milik pengusaha lokal di Kecamatan Patani Timur dan Kecamatan Weda Utara pada tanggal 5 hingga 9 Mei 2026.

 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan para pengusaha lokal dalam memenuhi kriteria sebagai consaining pengusaha lokal yang akan memperoleh jatah kontainer sesuai kebutuhan serta kapasitas usaha masing-masing.

 

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh koordinator komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Hi. Sakir Ahmad, Ketua komisi II Lukman Esa, Wakil Ketua komisi II Noviyanti Anwar, Sekretaris komisi II Ibrahim Layn, serta anggota komisi II Moh. Rohadi Do Iskandar dan Devi Dodi Diantoro berlokasi di Pemerintah Kecamatan Patani Timur, Pemerintah Kecamatan Weda Utara, serta masyarakat desa setempat.

 

Kegiatan monitoring dan peninjauan ini dilakukan secara langsung pada sejumlah fasilitas usaha dan gudang milik pengusaha lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam distribusi barang kebutuhan masyarakat.

 

 

Dalam pelaksanaan monitoring, Komisi II melakukan pengecekan terhadap kondisi gudang, kapasitas penyimpanan barang, kelayakan fasilitas usaha, hingga kemampuan distribusi yang dimiliki oleh para pengusaha lokal. Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan bahwa para pelaku usaha benar-benar memenuhi standar dan kriteria yang dibutuhkan untuk mendapatkan alokasi kontainer sesuai kapasitas usaha masing-masing.

 

Koordinator komisi II DPRD Halteng, Hi. Sakir Ahmad, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian DPRD terhadap keberlangsungan usaha masyarakat lokal sekaligus memastikan distribusi logistik berjalan dengan baik.

 

“Pengusaha lokal harus mendapatkan perhatian serius karena mereka menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di wilayah kecamatan maupun desa,”ungkapnya.

 

Kata Sakir komisi II DPRD juga mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan keluhan dari para pengusaha lokal terkait kondisi distribusi barang di wilayah Patani Timur dan Weda Utara.

“Dari hasil monitoring di lapangan, terdapat sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait,”jelasnya.

 

Menurutnya, salah satu temuan utama di lapangan adalah masih kurangnya kuota kontainer yang tersedia bagi para pengusaha lokal. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi barang belum berjalan secara maksimal dan berdampak terhadap ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

“Para pengusaha berharap adanya penambahan kuota kontainer agar proses distribusi dapat berjalan lebih lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,”terangnya.

 

Selain itu, keterlambatan kapal kontainer yang masuk ke wilayah Halmahera Tengah juga menjadi persoalan yang cukup serius. Keterlambatan distribusi barang menyebabkan harga kebutuhan pokok di pasaran menjadi tidak stabil. Situasi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku usaha karena naik turunnya harga barang sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi logistik dari luar daerah.

 

Dalam dialog bersama Komisi II DPRD Halmahera Tengah, para pengusaha lokal menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan terjadinya disparitas harga antarwilayah. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap pemerataan distribusi logistik, termasuk optimalisasi program tol laut agar dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.

 

Menurut para pelaku usaha, keberadaan tol laut sangat membantu dalam menekan biaya distribusi barang, sehingga harga kebutuhan masyarakat dapat lebih stabil dan terjangkau. Namun demikian, mereka menilai pelayanan distribusi melalui jalur laut masih perlu ditingkatkan, terutama terkait jadwal kapal dan pemerataan akses distribusi hingga ke wilayah-wilayah kecamatan.

 

Selanjutnya, Ketua komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Lukman Esa  menyampaikan bahwa seluruh hasil monitoring dan aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi DPRD kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.

“Kami menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong adanya solusi nyata terhadap persoalan distribusi logistik dan kebutuhan pengusaha lokal di Halmahera Tengah,”terangnya.

 

Komisi II DPRD juga menilai bahwa penguatan peran pengusaha lokal sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan fasilitas distribusi yang memadai, para pengusaha lokal diharapkan mampu berkembang dan memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

 

Melalui kunjungan kerja ini, komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam mengawal berbagai persoalan ekonomi daerah, khususnya yang berkaitan dengan distribusi logistik, pengembangan usaha lokal, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(tim)